TARANeraca kalori normatif per kabupaten × musim

Metodologi

Bagaimana neraca dihitung, dengan parameter apa, dari sumber mana, dan apa yang tidak bisa dijawabnya.

Definisi neraca

Untuk kabupaten k, musim m, periode rilis r, TARA menghitung neraca kalori normatif: selisih antara kalori yang bisa diproduksi wilayah itu sendiri pada musim itu dan kalori pokok yang dibutuhkan penduduknya. Ia adalah batas bawah ketersediaan lokal, bukan prediktor kelaparan — kelaparan adalah soal akses, bukan hanya ketersediaan.

Tiga angka kebutuhan — sengaja tidak dilebur
AKG
Angka Kecukupan Gizi — kebutuhan energi normatif seluruh kalori per orang per hari (Permenkes 28/2019).
MDER
Minimum Dietary Energy Requirement — ambang bawah kebutuhan energi (FAOSTAT).
Pokok
Bagian kebutuhan AKG yang berasal dari beras, memakai pangsa konsumsi Susenas (pangsa padi-padian provinsi disempitkan ke beras dengan rasio nasional).
Rasio pokok vs rasio total. Rasio pokok membandingkan pasokan padi-padian dengan kebutuhan kalori dari kelompok padi-padian saja. Inilah angka yang dibaca sebagai neraca. Rasio total membandingkan pasokan tiga komoditas dengan seluruh kebutuhan kalori. Angkanya akan jauh di bawah 1 di hampir semua kabupaten karena kalori dari umbi, minyak, gula, dan protein hewani tidak dihitung. Ia konteks, bukan neraca.

Rumus

Kebutuhan pokokkebutuhan_pokok(k,m) = Σ_kelompok penduduk(k,kelompok) × AKG(kelompok) × hari(m) × pangsa_kalori_berasKebutuhan kalori yang berasal dari beras, dipecah per musim menurut jumlah hari musim. Pangsa beras = pangsa padi-padian provinsi × pangsa beras di dalam padi-padian (nasional), karena pasokan yang dihitung TARA hanya beras.
Pasokan beraspasokan_beras(k,m,r) = produksi_padi_katam × rendemen_gkp_gkg × rendemen_gkg_beras × (1 − susut − benih − pakan) × 10^6 g/ton × kkal_beras_per_100g ÷ 100Faktor konversi dan susut diambil dari param_konversi; nilainya ada di tabel parameter di bawah.
Neraca dan rasio pokokneraca_pokok = pasokan_beras − kebutuhan_pokok ; rasio_pokok = pasokan_beras ÷ kebutuhan_pokokRasio 1,00 berarti pasokan pokok tepat menutup kebutuhan pokok.
Pasokan tersesuaikan risikopasokan_tersesuaikan_risiko = pasokan × (1 − haircut(kelas_banjir, kelas_kering, kelas_opt))Tabel haircut berstatus ASUMSI dan tercatat di param_konversi. Angka ini TIDAK dilebur dengan pasokan mentah; keduanya ditampilkan berdampingan.
Agregasi tahunanbaris kode_musim = TAHUN: pasokan = Σ seluruh musim dalam satu tahun rilis; kebutuhan = tahunan penuhBaris tahunan adalah yang paling mudah diuji silang ke publikasi resmi.

Parameter

Dirender dari tabel param_konversi lewat /meta/parameter — bukan diketik ulang di halaman ini.
KodeNilaiSatuanStatusSumberKeterangan
ader_kkal_kap_hari2.323,00kkal/kap/hariNyatafaostat-fsFAOSTAT, 'Average dietary energy requirement', Indonesia, 2025.
akg_kkal_kap_hari_rata2.100,00kkal/kap/hariNyatapermenkes-28-2019
Permenkes 28/2019 Pasal 3 ayat (2): 'Rata-rata angka kecukupan energi bagi masyarakat Indonesia ... selengkapnya

sebesar 2100 (dua ribu seratus) kilo kalori per orang per hari pada tingkat konsumsi.' Teks terbaca langsung dari PDF resmi JDIH BPK.

akg_kkal_kap_hari_tertimbang_20202.086,50kkal/kap/hariProxypermenkes-28-2019+hdx-codps-idnRata-rata tertimbang tabel AKG per kelompok umur-JK dengan struktur penduduk SP2020 (COD-PS). Dipakai sebagai uji kewarasan tabel AKG terhadap angka 2.100 di Pasal 3.
akg_per_kel_umur_jk
objek — 32 kunci
{
  "L_0_4": 1250,
  "L_5_9": 1550,
  "P_0_4": 1250,
  "P_5_9": 1550,
  "L_10_14": 2160,
  "L_15_19": 2600,
  "L_20_24": 2650,
  "L_25_29": 2650,
  "L_30_34": 2550,
  "L_35_39": 2550,
  "L_40_44": 2550,
  "L_45_49": 2550,
  "L_50_54": 2150,
  "L_55_59": 2150,
  "L_60_64": 2150,
  "L_65_69": 1800,
  "L_70_74": 1800,
  "P_10_14": 1960,
  "P_15_19": 2120,
  "P_20_24": 2250,
  "P_25_29": 2250,
  "P_30_34": 2150,
  "P_35_39": 2150,
  "P_40_44": 2150,
  "P_45_49": 2150,
  "P_50_54": 1800,
  "P_55_59": 1800,
  "P_60_64": 1800,
  "P_65_69": 1550,
  "P_70_74": 1550,
  "L_75_plus": 1700,
  "P_75_plus": 1475
}
kkal/kap/hariProxypermenkes-28-2019
Tabel AKG energi per kelompok umur x jenis kelamin, kunci SAMA dengan kunci fact_demografi.penduduk_kel_umur_jk (L_0_4 ... selengkapnya

P_75_plus). Diturunkan dari Lampiran I Permenkes 28/2019 dengan merata-ratakan nilai tiap tahun umur di dalam kelompok 5 tahunan. Lampiran I di PDF resmi berupa gambar sehingga angkanya tidak dapat diekstrak -> PROXY. Uji: rata-rata tertimbang struktur SP2020 = 2.086,5 kkal vs 2.100 kkal di Pasal 3 (selisih 0,65%). Rincian per baris juga ada di etl/out/akg_per_kel_umur_jk.csv dan etl/out/akg_permenkes_2019.csv.

akg_protein_g_kap_hari_rata57,00g/kap/hariNyatapermenkes-28-2019Permenkes 28/2019 Pasal 3 ayat (3).
ambang_status_neraca
objek — 2 kunci
{
  "defisit": 0.8,
  "surplus": 1.2
}
rasioAsumsiasumsi-tara
Batas kelas status neraca: rasio < 0,8 defisit, 0,8-1,2 seimbang, > 1,2 surplus. selengkapnya

ASUMSI simetris +-20% di sekitar 1,0 (Part 1 §4.3). Cara membalik: ubah baris ini; status_neraca dihitung ulang, rasio tidak berubah.

ambang_status_neraca_atas1,2000rasioAsumsiasumsi-taraBatas atas rasio kecukupan pokok: > 1,2 = surplus. Alasan sama.
ambang_status_neraca_bawah0,8000rasioAsumsiasumsi-tara
Batas bawah rasio kecukupan pokok: < 0,8 = defisit. selengkapnya

Nilai dari Part 1 §4.3 yang memang ditandai ASUMSI. Dipilih simetris terhadap 1,2 agar kelas 'seimbang' selebar +-20% di sekitar 1,0.

ambang_wdq_defisit100,00persenNyataKATAM_SIAPTANAMDitetapkan jalur A dari isi DB (data_contract §3.3, keputusan K-008): defisit <=> IRR > 0 <=> WDQ < 100%. Nilai ASUMSI jalur B ditimpa.
ambang_wdq_defisit_berat80,00persenAsumsiasumsi-taraAmbang pembanding yang lebih tahan (data_contract §3.3).
dasarian_per_musim_tanam12,00dasarianNyataKATAM_SIAPTANAMDitetapkan jalur A dari isi DB (data_contract §3.3).
haircut_banjir_kelas_10,0000rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 1 dari 4 untuk bahaya banjir)

haircut_banjir_kelas_20,0500rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 2 dari 4 untuk bahaya banjir)

haircut_banjir_kelas_30,1200rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 3 dari 4 untuk bahaya banjir)

haircut_banjir_kelas_40,2500rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 4 dari 4 untuk bahaya banjir)

haircut_kering_kelas_10,0000rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 1 dari 4 untuk bahaya kering)

haircut_kering_kelas_20,0500rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 2 dari 4 untuk bahaya kering)

haircut_kering_kelas_30,1500rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 3 dari 4 untuk bahaya kering)

haircut_kering_kelas_40,3000rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 4 dari 4 untuk bahaya kering)

haircut_opt_kelas_10,0000rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 1 dari 4 untuk bahaya opt)

haircut_opt_kelas_20,0300rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 2 dari 4 untuk bahaya opt)

haircut_opt_kelas_30,0800rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 3 dari 4 untuk bahaya opt)

haircut_opt_kelas_40,1500rasioAsumsiasumsi-tara
ASUMSI. Tidak ada publikasi yang memberi kehilangan hasil per kelas risiko KATAM. selengkapnya

Skala dibangun dari dua jangkar yang bisa ditelusuri: (1) kelas 1 = aman -> 0%; (2) kelas 4 = endemis/tinggi. Untuk banjir dan kekeringan, besaran kelas 4 mengacu pada kenyataan bahwa banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB, tara-fase0/SOURCES.md) sehingga banjir/kering diberi haircut lebih besar daripada OPT. Kenaikan antar kelas dibuat cembung (makin curam di kelas atas). Angka ini WAJIB diganti bila ada data kehilangan hasil per kelas. Cara membalik: ubah baris ini saja; kolom `pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko` dihitung ulang, pasokan mentah tidak berubah. (kelas 4 dari 4 untuk bahaya opt)

haircut_risiko_katam
objek — 3 kunci
{
  "opt": {
    "kelas_0": 0,
    "kelas_1": 0.0036,
    "kelas_2": 0.0102,
    "kelas_3": 0.0187,
    "kelas_4": 0.0289,
    "kelas_5": 0.0403,
    "kelas_6": 0.053,
    "kelas_7": 0.0668,
    "kelas_8": 0.0816,
    "kelas_9": 0.0974,
    "kelas_10": 0.1141,
    "kelas_11": 0.1316,
    "kelas_12": 0.15
  },
  "banjir": {
    "kelas_0": 0,
    "kelas_1": 0.006,
    "kelas_2": 0.017,
    "kelas_3": 0.0312,
    "kelas_4": 0.0481,
    "kelas_5": 0.0672,
    "kelas_6": 0.0884,
    "kelas_7": 0.1114,
    "kelas_8": 0.1361,
    "kelas_9": 0.1624,
    "kelas_10": 0.1902,
    "kelas_11": 0.2194,
    "kelas_12": 0.25
  },
  "kering": {
    "kelas_0": 0,
    "kelas_1": 0.0072,
    "kelas_2": 0.0204,
    "kelas_3": 0.0375,
    "kelas_4": 0.0577,
    "kelas_5": 0.0807,
    "kelas_6": 0.1061,
    "kelas_7": 0.1337,
    "kelas_8": 0.1633,
    "kelas_9": 0.1949,
    "kelas_10": 0.2282,
    "kelas_11": 0.2633,
    "kelas_12": 0.3
  }
}
rasioAsumsiasumsi-tara
Haircut pasokan per kelas risiko KATAM, kunci kelas_0..kelas_12 sesuai skala nyata di DB (data_contract §2.3; Part 1 menduga 1-4, salah). selengkapnya

Bentuk: haircut(k) = maks x (k/12)^1,5 dengan maks 0,25 banjir / 0,30 kering / 0,15 OPT. Cembung supaya kelas rendah nyaris tidak dipotong. ASUMSI penuh: tidak ada publikasi kehilangan hasil per kelas KATAM. Jangkar: banjir menyumbang 89,2% luas sawah rusak nasional 2010-2024 (BNPB), karena itu banjir/kering dipotong lebih dalam daripada OPT. Hanya memengaruhi kolom pasokan_kkal_tersesuaikan_risiko; pasokan mentah tidak berubah.

kkal_beras_per_100g360,00kkal/100 gProxybapanas-nbm-2021
TKPI Kemenkes 2017 tidak tersedia sebagai unduhan resmi yang bisa dibuka (hanya cermin pihak ketiga). selengkapnya

Nilai 360 dikuatkan silang oleh NBM 2021 Bapanas: ketersediaan beras 398,61 g/kap/hari setara 1.439 kkal/kap/hari -> 361,0 kkal/100 g.

kkal_jagung_per_100g366,00kkal/100 gAsumsiasumsi-taraNilai acuan TKPI untuk jagung pipilan kering. Tidak ada unduhan TKPI resmi yang bisa dibuka; hanya cermin pihak ketiga (scribd/academia) yang tidak dipakai sesuai aturan §0.4.
kkal_kedelai_per_100g381,00kkal/100 gAsumsiasumsi-taraNilai acuan TKPI untuk kedelai kering. Alasan sama dengan jagung.
konsumsi_beras_kg_kap_th_nasional92,10kg/kap/tahunNyatabpn-konsumsi-jenis-nasionalSusenas via Bapanas ds382, tahun 2024.
laju_pertumbuhan_penduduk_nasional_th0,0104rasio/tahunNyatabpn-pou-nasional
CAGR penduduk nasional 2020-2024 dari seri BPS (Bapanas ds117). selengkapnya

Dipakai jalur E bila perlu mengekstrapolasi penduduk kabupaten ke 2025/2026 — fact_demografi TIDAK memuat 2025/2026 karena tidak ada sumber terbuka.

mape_proyeksi_pasokan0,0750rasioAsumsiasumsi-tara
Lebar pita ketidakpastian pasokan (Part 1 §5.4). selengkapnya

Dokumentasi KATAM tidak memuat akurasi proyeksinya, sehingga dipakai MAPE peramalan luas panen KSA BPS +-7,5% sebagaimana disebut spek. Belum diverifikasi ke publikasi BPS (HTTP 403), karena itu ASUMSI, bukan PROXY.

mder_kkal_kap_hari1.799,00kkal/kap/hariNyatafaostat-fsFAOSTAT Suite of Food Security Indicators, Indonesia, 'Minimum dietary energy requirement', tahun 2025. Diambil dari berkas bulk resmi FAO.
pangsa_kalori_beras_dalam_padi_padian0,8396rasioProxybpn-konsumsi-jenis-nasional
Pangsa beras di dalam kelompok padi-padian, tahun 2024: 92.1 kg/kap/tahun beras dibagi 109.7 kg/kap/tahun padi-padian (sisanya terigu 16.1 dan jagung 1.5). selengkapnya

Sumber: Susenas BPS diolah Bapanas, ds382. Ini pangsa MASSA yang dipakai sebagai proksi pangsa KALORI: kerapatan energi beras 360, jagung 366, terigu ~365 kkal/100 g berselisih < 2%, sehingga kedua pangsa praktis sama. PROXY, bukan NYATA, karena substitusi itu dan karena rasio nasional dipakai untuk semua provinsi.

pangsa_kalori_beras_nasional0,4796rasioProxykementan-buletin-konsumsi-2025+bpn-konsumsi-energi-nasional
Pangsa kalori BERAS terhadap total konsumsi energi, tahun 2024 = pangsa_kalori_padi_padian_nasional 0.5712 x pangsa_kalori_beras_dalam_padi_padian 0.8396 = 0.4796. selengkapnya

Setara 984 kkal/kap/hari dari total 2.052 kkal/kap/hari (Buletin Konsumsi Pangan Kementan Vol.16 No.1 2025 Tabel 1.1, silang-uji Bapanas ds359). Menggantikan pangsa padi-padian pada rumus kebutuhan_kkal_pokok, karena pasokan yang dihitung TARA hanya beras (jagung & kedelai NULL, K-007). Lihat LAPORAN_AKHIR 5.2.

pangsa_kalori_padi_padian_nasional0,5712rasioNyatakementan-buletin-konsumsi-2025+bpn-konsumsi-energi-nasional
Tahun 2024: konsumsi energi padi-padian 1.172 kkal/kap/hari dibagi total 2.052 kkal/kap/hari. selengkapnya

Sumber: Buletin Konsumsi Pangan Kementan Vol.16 No.1 2025 Tabel 1.1 (Susenas BPS diolah Bapanas), silang-uji dengan Bapanas ds359 (total per tahun cocok persis). Catatan: nilai nyata (0,57) LEBIH TINGGI dari acuan 0,4-0,5 di Part 1 §4.3.

pangsa_pangan_jagung0,0278rasioNyatabpn-konsumsi-jenis-nasional+bps-webapi-var2204
Diturunkan 2024: konsumsi jagung rumah tangga 1.5 kg/kap/th (Susenas via Bapanas ds382) x penduduk 280,977,983 jiwa / produksi jagung nasional 15,138,913 ton (BPS var 2204). selengkapnya

Ini pangsa KONSUMSI LANGSUNG rumah tangga; jagung untuk industri pangan tidak termasuk. NBM Bapanas memberi angka jauh lebih besar tetapi tabelnya memuat galat, tidak dipakai.

pangsa_pangan_kedelai0,8500rasioAsumsiasumsi-tara
Kedelai produksi dalam negeri hampir seluruhnya diserap tempe/tahu (pangan manusia); sisanya benih dan susut. selengkapnya

Tidak ada angka NBM yang bisa diverifikasi tanpa galat, sehingga ditetapkan 0,85 sebagai batas bawah yang konservatif. Ubah bila NBM terbaru bisa dibaca bersih.

rendemen_gkg_beras0,6264rasioAsumsiasumsi-tara
GKG->beras menurut SKGB 2018 sebagaimana lazim dikutip. selengkapnya

Sumber primer BPS tidak dapat dibuka (HTTP 403). Untuk perhitungan neraca gunakan `rendemen_gkg_beras_efektif` yang berstatus NYATA.

rendemen_gkg_beras_efektif0,5756rasioNyatakementan-produksi-beras-prov+bps-webapi-var1498
Diturunkan: produksi beras nasional (Kementan/Pusdatin, sheet 'Beras', 2020-2024) dibagi produksi padi GKG nasional (BPS WebAPI var 1498) tahun yang sama. selengkapnya

Rata-rata 2020-2024 = 0.5756. Angka ini SUDAH memuat susut/tercecer sesuai metodologi BPS-Kementan, jadi jangan dikalikan lagi dengan susut. Rentang per tahun: 0.5734-0.5762.

rendemen_gkp_gkg0,8600rasioAsumsiasumsi-tara
GKP->GKG. Nilai acuan Part 1 §4.3. Publikasi BPS 'Konversi Gabah ke Beras (SKGB) 2018' tidak dapat dibuka (www.bps.go.id -> HTTP 403 Cloudflare untuk klien non-browser) sehingga ti selengkapnya

dak dapat diverifikasi. Catatan: produksi padi BPS/KATAM umumnya sudah dalam GKG, jadi parameter ini hanya dipakai bila sumber pasokan melaporkan GKP.

susut_tercecer_beras0,0000rasioAsumsiasumsi-tara
Disetel 0 karena `rendemen_gkg_beras_efektif` sudah bersih susut. selengkapnya

Bila memakai `rendemen_gkg_beras` (0,6264) yang belum bersih susut, pakai `susut_tercecer_gabah_gkg` di baris berikutnya.

susut_tercecer_gabah_gkg0,0492rasioProxybapanas-nbm-2021
Diturunkan dari NBM 2021 Bapanas Lampiran 4 baris Gabah (GKG): tercecer 2.691 ribu ton dari penyediaan dalam negeri 54.700 ribu ton. selengkapnya

Diambil dari ekstraksi teks PDF; publikasi yang sama memuat sel #REF! di tabel contoh, jadi angka ini PROXY, bukan NYATA.

umur_tanaman_padi_hari115,00hariAsumsiasumsi-tara
Diselaraskan ke data_contract §3.3: 115 hari, karena jendela satu musim tanam KATAM = 12 dasarian (120 hari). selengkapnya

Dokumentasi KATAM tidak menyebut umur tanaman secara eksplisit, jadi tetap ASUMSI.

Hasil validasi

Dirender dari /meta/validasi — ringkasan laporan_validasi.md, bukan salinan yang diketik ulang.
UjiHasilNilaiAmbangLolosKeterangan
Roll-up provinsi vs BPS
U1
6/34 provinsi di luar 0,5-2,017,650<= 30% provinsi di luar 0,5-2,0lolosperiode 2026-ASEP, pembanding BPS padi provinsi 2024
Roll-up nasional vs BPS
U2
rasio 0.882x0,8820,33x - 3,0x (meleset faktor >=3 => PROXY)lolosperiode 2026-ASEP; model 26 992 901 ton beras
Kebutuhan nasional ~ 2.100 kkal/kap/hari
U3
2086.5 kkal/kap/hari2.086,4502.100 kkal +/- 5%lolosAKG tertimbang struktur umur-JK SP2020; Permenkes 28/2019 Pasal 3 = 2.100
Pola spasial
U4
lumbung surplus 5/6, kota defisit 8/8, terbalik 00,0000 kasus terbaliklolosKarawang 'seimbang' pada rilis ASEP karena KATAM memindahkan LBS ke kedelai (K-007)
Kecocokan defisit vs FSVA (deskriptif)
U5
14.7% kabupaten defisit juga rentan FSVA (lift 1.46x)14,720deskriptif — tanpa ambang lulus/gagalbelum diujiFSVA 2025 prioritas 1-3; bukan validasi kausal
Rasio kecukupan vs premi harga beras (deskriptif)
U6
Pearson -0.339, Spearman -0.202 (Beras Medium, 34 provinsi)-0,339deskriptif — tanpa ambang lulus/gagalbelum diujiharga bulanan x provinsi (K-112); premi terhadap median nasional, bukan HET zona
Anti-redlining fact_resep
U7
0 pelanggaran dari 1413 baris0,0000 pelanggaranloloskosakata 95 entri; uji negatif terdeteksi (1)

Prinsip anti-redlining

Keluaran TARA tidak pernah berupa penolakan atau pengecualian wilayah. Wilayah berisiko tinggi menghasilkan syarat protektif, bukan penutupan akses. Aturan ini ditegakkan uji otomatis di packages/engine dan guard kedua di API.

Resep diperiksa1.413
Keluaran berupa penolakan / pengecualian0
Kosakata penolakan yang dipindai95
Ruang lingkuptara.fact_resep (fact_inklusi_sim sengaja dikecualikan)
Status guardlolos

Batasan yang diakui

Angka di halaman ini adalah neraca produksi-musim lokal — batas bawah ketersediaan, bukan neraca stok.

  • Stok awal dan carry-over antarmusim.
  • Arus perdagangan antarwilayah yang benar-benar terjadi.
  • Impor.
  • Cadangan Bulog dan cadangan pangan pemerintah lainnya.

Karena empat hal itu tidak dihitung, kabupaten berstatus defisit belum tentu kekurangan pangan: ia kekurangan produksi sendiri pada musim itu. Neraca ini pemicu intervensi, bukan prediktor kelaparan.

Yang tidak ditampilkan sama sekali
  • Stok dan cadangan pangan.
  • Impor.
  • Perdagangan antarwilayah yang aktual.
  • Prediksi harga.
  • Data individu (petani, debitur, entitas perorangan).
  • Unit kecamatan — analisis berhenti di kabupaten/kota.
Catatan pembacaan lain
  • Sebagian kabupaten/kota tidak punya baris KATAM karena tidak punya lahan sawah baku yang dimodelkan: kota, kabupaten kepulauan, dan kabupaten pegunungan/rawa. Wilayah ini ditandai “tidak ada data”, bukan defisit. Mewarnainya merah akan menjadi persis kesalahan yang dilarang prinsip anti-redlining.
  • Proyeksi KATAM untuk jagung dan kedelai meleset jauh dari realisasi BPS pada uji roll-up, sehingga keduanya berstatus SIMULASI dan tidak dimasukkan ke neraca kalori. Yang masuk neraca hanya padi.
  • Nilai WDQ −1 berarti dasarian bera (petak tidak ditanami), bukan kekeringan ekstrem. Nilai itu tidak dihitung sebagai defisit air.
  • Satu periode rilis mencakup satu tahun penuh dan periode berurutan saling menimpa. Karena itu angka antarperiode tidak boleh dijumlahkan — pilih satu periode, baca isinya.
  • Kelas banjir/kering KATAM adalah bilangan bulat; rentangnya dibaca apa adanya dari data, bukan dipaksa ke skala tetap. Angka lebih besar berarti kelas lebih berat.

Sumber data

Dirender dari /meta/sumber. Panel provenance di setiap angka membuka daftar yang sama.
TabelDatasetLembagaURLTanggalLisensi
meta_sumberParameter yang ditetapkan tim TARA (tidak ada sumber eksternal)TARA (internal)docs/keputusan-etl.md
Rilis: -
Akses: 2026-09-07
-
meta_sumberNeraca Bahan Makanan (NBM) 2018-2021Badan Pangan Nasionalhttps://badanpangan.go.id/storage/app/media/2021/NBM%202021_%20Fix.pdf
Rilis: 2018-2021
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI
meta_sumberKompilasi Data Kejadian dan Dampak Bencana 2010-2024BNPBhttps://data.bnpb.go.id/dataset/data-bencana-indonesia
Rilis: 2010-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka (CKAN BNPB)
meta_sumberRata-rata Harga Pangan Bulanan Tingkat Konsumen Provinsi (ds441)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/441/1785902483.csv/csv
Rilis: 2021-01 s/d 2026-07
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberRata-rata Harga Pangan Bulanan Tingkat Produsen Provinsi (ds439)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/439/1785902015.csv/csv
Rilis: 2021-01 s/d 2026-07
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberIndeks Ketahanan Pangan (IKP/FSVA) Kabupaten/Kota 2018-2024 (ds90)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/90/1760069765.csv/csv
Rilis: 2018-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberIndeks Ketahanan Pangan (IKP/FSVA) Kabupaten/Kota 2025, 12 indikator (ds239)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/239/1766118879.csv/csv
Rilis: 2025
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberKatalog DCAT data.badanpangan.go.id (data.json)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/api/v1/dataset/data.json
Rilis: 2026-09 (218 entri)
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberRata-rata Konsumsi Energi per Kapita Kabupaten/Kota 2021-2025 (ds402)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/402/1780889077.csv/csv
Rilis: 2021-2025
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberRata-rata Konsumsi Energi per Kapita Nasional 2018-2025 (ds359)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/359/1778576104.csv/csv
Rilis: 2018-2025
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberTurunan TARA dari Rata-rata Konsumsi Energi per Kapita Nasional 2018-2025 (ds359) + Rata-rata Konsumsi per Jenis Pangan Nasional 2018-2025 (ds382) + Buletin Konsumsi Pangan Vol.16 No.1 Tahun 2025, Tabel 1.1Badan Pangan Nasional + Kementerian Pertanian, Pusdatin (data: Susenas BPS diolah Bapanas)https://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/359/1778576104.csv/csv
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi / Dokumen publik pemerintah RI
meta_sumberRata-rata Konsumsi Energi per Kapita Provinsi 2018-2025 (ds364)Badan Pangan Nasional (Susenas BPS diolah)https://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/364/1778576148.csv/csv
Rilis: 2018-2025
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberTurunan TARA dari Rata-rata Konsumsi Energi per Kapita Provinsi 2018-2025 (ds364) + Rata-rata Konsumsi per Jenis Pangan Provinsi 2018-2025 (ds387) + Buletin Konsumsi Pangan Vol.16 No.1 Tahun 2025, Tabel 1.1Badan Pangan Nasional (Susenas BPS diolah) + Badan Pangan Nasional + Kementerian Pertanian, Pusdatin (data: Susenas BPS diolah Bapanas)https://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/364/1778576148.csv/csv
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi / Dokumen publik pemerintah RI
meta_sumberRata-rata Konsumsi per Jenis Pangan Kabupaten/Kota (ds390)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/390/1778632956.csv/csv
Rilis: 2021-2025
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberRata-rata Konsumsi per Jenis Pangan Nasional 2018-2025 (ds382)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/382/1778634145.csv/csv
Rilis: 2018-2025
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberTurunan TARA dari Rata-rata Konsumsi per Jenis Pangan Nasional 2018-2025 (ds382) + Luas panen, produksi, produktivitas JAGUNG per provinsi 2020-2024 (WebAPI BPS var 2204)Badan Pangan Nasional + Badan Pusat Statistikhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/382/1778634145.csv/csv
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi / Terbuka — WebAPI resmi BPS (butuh kunci gratis; tarikan lama dipakai)
meta_sumberRata-rata Konsumsi per Jenis Pangan Provinsi 2018-2025 (ds387)Badan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/387/1778632694.csv/csv
Rilis: 2018-2025
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberJumlah Penduduk yang Mengalami Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Nasional (ds117)Badan Pangan Nasional (penduduk: BPS)https://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/117/1739179235.csv/csv
Rilis: 2011-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberJumlah Penduduk ... Provinsi (ds118) — DICOBA, DITOLAKBadan Pangan Nasionalhttps://data.badanpangan.go.id/download/document/dataset/118/1739240888.csv/csv
Rilis: 2018-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberLayanan bridging kode wilayah BPS-Kemendagri (getwilayah)Badan Pusat Statistikhttps://sig.bps.go.id/rest-bridging/getwilayah?level=kabupaten&parent=32
Rilis: beku era 34 provinsi (pra-pemekaran Papua 2022)
Akses: 2026-09-07
Terbuka — tanpa kunci, tanpa autentikasi
meta_sumberLuas panen, produksi, produktivitas PADI per provinsi 2018-2024 (WebAPI BPS var 1498)Badan Pusat Statistikhttps://webapi.bps.go.id/v1/api/list/model/data/domain/0000/var/1498/
Rilis: 2018-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — WebAPI resmi BPS (butuh kunci gratis; tarikan lama dipakai)
meta_sumberLuas panen, produksi, produktivitas JAGUNG per provinsi 2020-2024 (WebAPI BPS var 2204)Badan Pusat Statistikhttps://webapi.bps.go.id/v1/api/list/model/data/domain/0000/var/2204/
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Terbuka — WebAPI resmi BPS (butuh kunci gratis; tarikan lama dipakai)
meta_sumberFAOSTAT Suite of Food Security Indicators (bulk, Normalized)FAOhttps://bulks-faostat.fao.org/production/Food_Security_Data_E_All_Data_(Normalized).zip
Rilis: rilis 2026-07-21; nilai Indonesia s/d 2025
Akses: 2026-09-07
CC BY-NC-SA 3.0 IGO
meta_sumberPublikasi & tabel statis di www.bps.go.id (SKGB 2018, Luas Panen dan Produksi Padi, Proyeksi Penduduk 2020-2035)Badan Pusat Statistikhttps://www.bps.go.id/
Rilis: -
Akses: 2026-09-07
-
meta_sumberGADM level 2 Indonesia (cadangan geometri)GADM / UC Davishttps://geodata.ucdavis.edu/gadm/gadm4.1/json/gadm41_IDN_2.json.zip
Rilis: -
Akses: 2026-09-07
Non-komersial — TIDAK DIPAKAI
meta_sumberPanel Harga Pangan Bapanas (harga harian per kabupaten)Badan Pangan Nasionalhttps://panelharga.badanpangan.go.id/
Rilis: -
Akses: 2026-09-07
-
meta_sumberPIHPS Nasional (hargapangan.id)Bank Indonesia / Kemendaghttps://hargapangan.id/
Rilis: -
Akses: 2026-09-07
-
meta_sumberTabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Kemenkes 2017/2018Kementerian Kesehatan RIhttps://www.panganku.org/id-ID/beranda
Rilis: -
Akses: 2026-09-07
-
meta_sumberWebAPI BPS tanpa kunci APIBadan Pusat Statistikhttps://webapi.bps.go.id/v1/api/list/model/statictable/lang/ind/domain/0000/
Rilis: -
Akses: 2026-09-07
-
meta_sumberIndonesia - Subnational Administrative Boundaries (COD-AB), layer idn_admin2UN OCHA / Badan Informasi Geospasial (BIG)https://data.humdata.org/dataset/84a1d98a-790b-4d66-9d14-bbfa48500802/resource/e1421da4-8f48-47d2-ac49-79ff5bfa4d24/download/idn_admin_boundaries.geojson.zip
Rilis: 2020-04-01 (valid_on)
Akses: 2026-09-07
CC-BY 3.0 IGO (UN OCHA / HDX)
meta_sumberIndonesia - Subnational Population Statistics (COD-PS), idn_admpop_adm2_2020_v3UN OCHA / BPS (Sensus Penduduk 2020)https://data.humdata.org/dataset/7e00297b-7b5b-4a98-932d-509f298fd8a8/resource/8f6f09d2-95f7-42dc-b6f1-aead319607f3/download/idn_admpop_adm2_2020_v3.csv
Rilis: 2020
Akses: 2026-09-07
CC-BY 3.0 IGO (UN OCHA / HDX)
meta_sumberTurunan TARA dari Indonesia - Subnational Population Statistics (COD-PS), idn_admpop_adm2_2020_v3 + Jumlah Penduduk yang Mengalami Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Nasional (ds117)UN OCHA / BPS (Sensus Penduduk 2020) + Badan Pangan Nasional (penduduk: BPS)https://data.humdata.org/dataset/7e00297b-7b5b-4a98-932d-509f298fd8a8/resource/8f6f09d2-95f7-42dc-b6f1-aead319607f3/download/idn_admpop_adm2_2020_v3.csv
Rilis: 2020
Akses: 2026-09-07
CC-BY 3.0 IGO (UN OCHA / HDX) / Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberStatus endemis banjir/kekeringan/OPT KATAMBBPOPT & Kementerian Pertanian (via KATAM)https://siaptanam.brmpkementan.id/
Akses: 2026-09-07
meta_sumberRekonsiliasi cakupan KATAM vs fase 0TARA jalur A/C
Akses: 2026-09-07
meta_sumberMaster wilayah m_provinsi/m_kabupaten (BPS ↔ Kemendagri)KATAM (turunan BPS dan Kemendagri)https://siaptanam.brmpkementan.id/
Akses: 2026-09-07
meta_sumberProvitas kabupaten padi/jagung/kedelai (provitas_kab)Badan Pusat Statistik (via KATAM)https://www.bps.go.id/
Akses: 2026-09-07
meta_sumberDebit andalan Q80 per kecamatan (t2_q80lps_keca)Kementerian PUPR (via KATAM)https://siaptanam.brmpkementan.id/
Akses: 2026-09-07
meta_sumberSIAP TANAM 2.0 / SI KATAM Terpadu — basis data `katam_new`BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Kementerian Pertanianhttps://siaptanam.brmpkementan.id/
Akses: 2026-09-07
meta_sumberBuletin Konsumsi Pangan Vol.16 No.1 Tahun 2025, Tabel 1.1Kementerian Pertanian, Pusdatin (data: Susenas BPS diolah Bapanas)https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Buletin_Konsumsi_Pangan_Smtr1-2025-Ok.pdf
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI
meta_sumberTurunan TARA dari Buletin Konsumsi Pangan Vol.16 No.1 Tahun 2025, Tabel 1.1 + Rata-rata Konsumsi Energi per Kapita Nasional 2018-2025 (ds359)Kementerian Pertanian, Pusdatin (data: Susenas BPS diolah Bapanas) + Badan Pangan Nasionalhttps://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Buletin_Konsumsi_Pangan_Smtr1-2025-Ok.pdf
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI / Terbuka — portal Satu Data Badan Pangan Nasional, tanpa autentikasi
meta_sumberLuas Panen Komoditas Pertanian — sheet 'Padi 2024' (luas panen padi per kabupaten x bulan, KSA)Kementerian Pertanian, Pusdatinhttps://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/metadata/Luas_Panen_Komoditas_Pertanian.xlsx
Rilis: 2024 (KSA, amatan s/d Okt 2025)
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI
meta_sumberProduksi Total Komoditas Pertanian — sheet 'Beras' (produksi beras per provinsi 2020-2024)Kementerian Pertanian, Pusdatinhttps://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/metadata/3_Produksi_Total_Komoditas_Pertanian.xlsx
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI
meta_sumberTurunan TARA dari Produksi Total Komoditas Pertanian — sheet 'Beras' (produksi beras per provinsi 2020-2024) + Luas panen, produksi, produktivitas PADI per provinsi 2018-2024 (WebAPI BPS var 1498)Kementerian Pertanian, Pusdatin + Badan Pusat Statistikhttps://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/metadata/3_Produksi_Total_Komoditas_Pertanian.xlsx
Rilis: 2020-2024
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI / Terbuka — WebAPI resmi BPS (butuh kunci gratis; tarikan lama dipakai)
meta_sumberNOAA CPC — Oceanic Nino Index (ONI)NOAA Climate Prediction Centerhttps://www.cpc.ncep.noaa.gov/data/indices/oni.ascii.txt
Rilis: 1950 - 2026
Akses: 2026-09-07
Domain publik (US Government)
meta_sumberPermenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang DianjurkanKementerian Kesehatan RI (salinan JDIH BPK)https://peraturan.bpk.go.id/Download/129886/Permenkes%20Nomor%2028%20Tahun%202019.pdf
Rilis: 2019-08-26
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI
meta_sumberTurunan TARA dari Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan + Indonesia - Subnational Population Statistics (COD-PS), idn_admpop_adm2_2020_v3Kementerian Kesehatan RI (salinan JDIH BPK) + UN OCHA / BPS (Sensus Penduduk 2020)https://peraturan.bpk.go.id/Download/129886/Permenkes%20Nomor%2028%20Tahun%202019.pdf
Rilis: 2020
Akses: 2026-09-07
Dokumen publik pemerintah RI / CC-BY 3.0 IGO (UN OCHA / HDX)
meta_sumberSkor risiko komposit + resep aksi 510 kabupatenTARA fase 0 (BNPB, BPS, NOAA)berkas lokal tara-fase0/out/
Akses: 2026-09-07
meta_sumberBacktest walk-forward fase 0 (backtest.json)TARA fase 0
Rilis: 2026-07-26
Akses: 2026-09-07
meta_sumberSimulasi inklusi fase 0 (inclusion_sim.json)TARA fase 0
Rilis: 2026-07-26
Akses: 2026-09-07
meta_sumberResep aksi fase 0 (recipes.json)TARA fase 0
Rilis: 2026-07-26
Akses: 2026-09-07
meta_sumberSkor risiko komposit fase 0 (scores.json)TARA fase 0
Rilis: 2026-07-26
Akses: 2026-09-07
meta_sumberBobot faktor fase 0 (weights.json)TARA fase 0
Rilis: 2026-07-26
Akses: 2026-09-07
meta_sumberNeraca kalori normatif kabupaten (turunan)TARA jalur E
Akses: 2026-09-07

Status kerja sama data

Data SIAP TANAM dipakai atas unduhan publik. Formalisasi kerja sama dengan BRMP adalah langkah berikutnya untuk produksi.

Posisi TARA: melengkapi Kementan (SIAP TANAM), Bapanas, BPS, dan OJK — bukan menggantikan. Yang ditunjukkan di sini adalah bahwa sinyal per kabupaten × musim yang hari ini tidak dihitung lembaga mana pun bisa dihitung dari data publik.