Kab./Kota Luwu Timur
Rasio pokok membandingkan pasokan BERAS dengan kebutuhan kalori BERAS saja. Pangsa beras diturunkan dari pangsa padi-padian provinsi (Susenas) dikali rasio beras terhadap padi-padian nasional, sehingga terigu impor dan jagung konsumsi tidak ikut dihitung sebagai kebutuhan. Rasio di bawah 1 berarti produksi beras lokal musim itu tidak menutup kebutuhan kalori beras penduduknya — bukan ramalan kelaparan, karena stok dan perdagangan antarwilayah tidak dimodelkan.
Dua angka ditampilkan berdampingan dan tidak dilebur: pasokan mentah adalah “kalau semua panen”, pasokan tersesuaikan risiko adalah “kalau risiko musim ini terealisasi”. Haircut-nya berstatus ASUMSI dan tercatat di param_konversi.
Rasio total membandingkan pasokan tiga komoditas dengan seluruh kebutuhan kalori. Angkanya akan jauh di bawah 1 di hampir semua kabupaten karena kalori dari umbi, minyak, gula, dan protein hewani tidak dihitung. Ia konteks, bukan neraca.
| Musim | Rasio pokok | Setara beras | Status |
|---|---|---|---|
| MH 182 hari | 2,50 | Surplus | |
| MK 183 hari | 2,53 | Surplus |
Dekomposisi pasokan per komoditas dan musim
Sisi pasokan — KATAM
| Komoditas | Musim | Luas tanam | Produksi | Produktivitas | Cakupan kecamatan |
|---|---|---|---|---|---|
| jagung | MH | 5/11 | |||
| jagung | TAHUN | 5/11 | |||
| kedelai | MH | 6/11 | |||
| kedelai | TAHUN | 6/11 | |||
| padi | MH | 11/11 | |||
| padi | MK | 11/11 | |||
| padi | TAHUN | 11/11 |
| Komoditas | Pola tanam dominan | Onset tanam (dasarian) | Indeks pertanaman | Luas baku sawah | Perkiraan bulan panen |
|---|---|---|---|---|---|
| jagung | — | 22 (22–22) | 12 | ||
| kedelai | — | 22 (22–22) | 12 | ||
| padi | — | 28 (10–34) | 2 | ||
| semua | padi-kedelai-padi 1-3-1 | 22 (10–34) | 12 |
| Musim | WDQ rata | WDQ min | Dasarian defisit | Curah hujan total |
|---|---|---|---|---|
| MH | ||||
| MK | ||||
| TAHUN |
| Komoditas | Tahun | Level & metode | Luas panen BPS | Produksi BPS | Produktivitas BPS |
|---|---|---|---|---|---|
| padi | 2024 | kabupaten KSA |
Proyeksi KATAM di tabel di atas dibandingkan dengan realisasi BPS/KSA tahun terdekat. Sel kosong berarti sumbernya memang tidak memuat angka itu — bukan nol.
Silang-uji dengan FSVA / Indeks Ketahanan Pangan Bapanas
| Tahun | Indeks Ketahanan Pangan | Kelompok prioritas |
|---|---|---|
| 2025 | Prioritas 4 | |
| 2024 | Prioritas 6 | |
| 2023 | Prioritas 6 | |
| 2022 | Prioritas 6 | |
| 2021 | Prioritas 6 | |
| 2020 | Prioritas 6 | |
| 2019 | Prioritas 6 | |
| 2018 | Prioritas 6 |
Kelompok 1–3 adalah kabupaten yang dinilai lebih rentan menurut FSVA. Angka ini datang dari Bapanas, bukan dari perhitungan TARA, dan tidak dipakai sebagai masukan neraca.
Risiko musim
| Komoditas | Musim | Kelas banjir | Kelas kering | Kelas OPT | Skala kelas | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|
| jagung | MH | 4 | 2 | 0 JA_PB · 4 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| jagung | MK | 4 | 2 | 2 JA_PB · 4 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| kedelai | MH | 4 | 0 | 2 LE_TKS · 5 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| kedelai | MK | 4 | 0 | 2 LE_TKS · 5 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| padi | MH | 4 | 4 | 4 PA_TKS · 6 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| padi | MK | 4 | 4 | 4 PA_PB · 6 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
Kelas banjir/kering KATAM adalah bilangan bulat; rentangnya dibaca apa adanya dari data, bukan dipaksa ke skala tetap. Angka lebih besar berarti kelas lebih berat.
- Skor sebagian mengukur intensitas pelaporan BPBD, bukan murni bahaya fisik.
- Dimensi musim dan komoditas pada skor belum tervalidasi; unit validasi kabupaten x tahun.
- Faktor volatilitas harga kosong (Panel Harga tidak tersedia saat penarikan) dan ditampilkan dengan nilai null, bukan diisi angka pengganti.
- Pita keyakinan hanya menangkap ketidakpastian sampling antar tahun, bukan kesalahan pelaporan.
- Label backtest adalah kejadian bencana, bukan gagal bayar.
- Kelas bahaya KATAM berskala 0-12 (teramati 0-6), bukan 1-4.
- Tidak ada kabupaten berkelas OPT 'Endemik' di data sumber. Itu artefak bug di hulu, bukan temuan — jangan disajikan sebagai kesimpulan.
Sisi kebutuhan
Resep aksi per aktor
5 tetangga surplus terdekat
5 tetangga defisit terdekat
Neraca produksi-musim lokal: batas bawah ketersediaan. Tidak memodelkan stok/carry-over, perdagangan antarwilayah, impor, maupun cadangan Bulog.
- Stok awal dan carry-over antarmusim.
- Arus perdagangan antarwilayah yang benar-benar terjadi.
- Impor.
- Cadangan Bulog dan cadangan pangan pemerintah lainnya.
Karena empat hal itu tidak dihitung, kabupaten berstatus defisit belum tentu kekurangan pangan: ia kekurangan produksi sendiri pada musim itu. Neraca ini pemicu intervensi, bukan prediktor kelaparan.