TARANeraca kalori normatif per kabupaten × musim

Kab./Kota Sumbawa

Nusa Tenggara Barat · Bali-Nusa Tenggara · kode BPS 5204 · periode 2026-ASEP

Neraca kalori normatif

SurplusKeyakinan rendah
Baris TAHUN · neraca-E-1.0.0+musim-panen-K006
Pasokan kalori (total)
481,20 MkkalProxy
Rentang 445,11 M 517,29 M
Neraca setara beras
78,1 rbtonProxy
Rasio kecukupan pokok
2,40rasioProxy

Rasio pokok membandingkan pasokan BERAS dengan kebutuhan kalori BERAS saja. Pangsa beras diturunkan dari pangsa padi-padian provinsi (Susenas) dikali rasio beras terhadap padi-padian nasional, sehingga terigu impor dan jagung konsumsi tidak ikut dihitung sebagai kebutuhan. Rasio di bawah 1 berarti produksi beras lokal musim itu tidak menutup kebutuhan kalori beras penduduknya — bukan ramalan kelaparan, karena stok dan perdagangan antarwilayah tidak dimodelkan.

Penduduk
500,6 rbjiwaProxy
Tiga angka kebutuhan — sengaja tidak dilebur
Kebutuhan AKG
Angka Kecukupan Gizi — kebutuhan energi normatif seluruh kalori per orang per hari (Permenkes 28/2019).
379,74 MkkalProxy
Kebutuhan MDER
Minimum Dietary Energy Requirement — ambang bawah kebutuhan energi (FAOSTAT).
328,71 MkkalProxy
Kebutuhan pokok
Bagian kebutuhan AKG yang berasal dari beras, memakai pangsa konsumsi Susenas (pangsa padi-padian provinsi disempitkan ke beras dengan rasio nasional).
200,10 MkkalProxy
Pasokan mentah berdampingan dengan pasokan tersesuaikan risiko
Kalau semua panen
481,20 MkkalProxy
Rentang 445,11 M 517,29 M
Kalau risiko musim ini terealisasi
424,69 MkkalProxy
Pasokan setelah haircut kelas risiko KATAM (Part 1 §5.6). Ditampilkan berdampingan dengan pasokan mentah, tidak menggantikannya.

Dua angka ditampilkan berdampingan dan tidak dilebur: pasokan mentah adalah “kalau semua panen”, pasokan tersesuaikan risiko adalah “kalau risiko musim ini terealisasi”. Haircut-nya berstatus ASUMSI dan tercatat di param_konversi.

Rasio total (konteks, bukan neraca)
Rasio total terhadap AKG1,27rasioProxy
Rasio total terhadap MDER1,46rasioProxy

Rasio total membandingkan pasokan tiga komoditas dengan seluruh kebutuhan kalori. Angkanya akan jauh di bawah 1 di hampir semua kabupaten karena kalori dari umbi, minyak, gula, dan protein hewani tidak dihitung. Ia konteks, bukan neraca.

Neraca per musim
MusimRasio pokokSetara berasStatus
MH
182 hari
3,3164,1 rbtonProxySurplus
MK
183 hari
1,5014,0 rbtonProxySurplus

Dekomposisi pasokan per komoditas dan musim

Produksi proyeksi KATAM, ton per komoditas × musim.
Proyeksi KATAM untuk jagung dan kedelai meleset jauh dari realisasi BPS pada uji roll-up, sehingga keduanya berstatus SIMULASI dan tidak dimasukkan ke neraca kalori. Yang masuk neraca hanya padi.
Pasokan mentah vs tersesuaikan risiko, per musim

Sisi pasokan — KATAM

Luas tanam, produksi proyeksi, produktivitas, kalender.
KomoditasMusimLuas tanamProduksiProduktivitasCakupan kecamatan
jagungMH4.527haSimulasi25,3 rbtonSimulasi5,59ton/haSimulasi5/24
jagungMK198haSimulasi1.035tonSimulasi5,22ton/haSimulasi2/24
jagungTAHUN4.725haSimulasi26,3 rbtonSimulasi5,58ton/haSimulasi5/24
kedelaiMH22,6 rbhaSimulasi27,4 rbtonSimulasi1,21ton/haSimulasi8/24
kedelaiMK80,9 rbhaSimulasi93,9 rbtonSimulasi1,16ton/haSimulasi17/24
kedelaiTAHUN103,4 rbhaSimulasi121,3 rbtonSimulasi1,17ton/haSimulasi17/24
padiMH34,5 rbhaProxy159,5 rbtonProxy4,62ton/haProxy14/24
padiMK15,5 rbhaProxy72,7 rbtonProxy4,68ton/haProxy10/24
padiTAHUN50,0 rbhaProxy232,2 rbtonProxy4,64ton/haProxy14/24
Kalender tanam & perkiraan panen
KomoditasPola tanam dominanOnset tanam (dasarian)Indeks pertanamanLuas baku sawahPerkiraan bulan panen
jagung22 (107)0,08indeksProxy57,6 rbhaProxy12
kedelai22 (108)1,80indeksProxy57,6 rbhaProxy12
padi31 (106)0,87indeksProxy57,6 rbhaProxy3
semuakedelai-kedelai-kedelai
3-3-3
31 (108)2,75indeksProxy57,6 rbhaProxy3
Neraca air musim
MusimWDQ rataWDQ minDasarian defisitCurah hujan total
MH94,69indeksProxy25,33indeksProxy2dasarianProxy1.243mmProxy
MK80,37indeksProxy0,07indeksProxy8dasarianProxy154mmProxy
TAHUN87,05indeksProxy0,07indeksProxy10dasarianProxy1.397mmProxy
Nilai WDQ −1 berarti dasarian bera (petak tidak ditanami), bukan kekeringan ekstrem. Nilai itu tidak dihitung sebagai defisit air.
Proyeksi KATAM vs realisasi BPS
KomoditasTahunLevel & metodeLuas panen BPSProduksi BPSProduktivitas BPS
padi2024kabupaten
KSA
53,5 rbhaNyataTidak tersediaTidak tersedia

Proyeksi KATAM di tabel di atas dibandingkan dengan realisasi BPS/KSA tahun terdekat. Sel kosong berarti sumbernya memang tidak memuat angka itu — bukan nol.

Silang-uji dengan FSVA / Indeks Ketahanan Pangan Bapanas

Uji kewarasan deskriptif, bukan validasi kausal: apakah status neraca sejalan dengan penilaian kerentanan resmi.
TahunIndeks Ketahanan PanganKelompok prioritas
202574,59indeksNyataPrioritas 5
202485,82indeksNyataPrioritas 6
202384,00indeksNyataPrioritas 6
202283,32indeksNyataPrioritas 6
202182,32indeksNyataPrioritas 6
202082,31indeksNyataPrioritas 6
201980,23indeksNyataPrioritas 6
201876,25indeksNyataPrioritas 6

Kelompok 1–3 adalah kabupaten yang dinilai lebih rentan menurut FSVA. Angka ini datang dari Bapanas, bukan dari perhitungan TARA, dan tidak dipakai sebagai masukan neraca.

Risiko musim

Kelas KATAM + skor komposit prototype dengan pita keyakinan.
Kelas bahaya KATAM
KomoditasMusimKelas banjirKelas keringKelas OPTSkala kelasStatus
jagungMH442
JA_BLI · 6 OPT terdata
0-12 (teramati 0-6)Proxy
jagungMK442
JA_BLI · 6 OPT terdata
0-12 (teramati 0-6)Proxy
kedelaiMH020
LE_LK · 5 OPT terdata
0-12 (teramati 0-6)Proxy
kedelaiMK042
LE_PD · 5 OPT terdata
0-12 (teramati 0-6)Proxy
padiMH442
PA_BLT · 6 OPT terdata
0-12 (teramati 0-6)Proxy
padiMK444
PA_WBC · 6 OPT terdata
0-12 (teramati 0-6)Proxy

Kelas banjir/kering KATAM adalah bilangan bulat; rentangnya dibaca apa adanya dari data, bukan dipaksa ke skala tetap. Angka lebih besar berarti kelas lebih berat.

Skor komposit, pita, dan kontribusi faktor
padiMT2Pita tinggiDriver: Risiko iklim & banjir
Nyata
Skor komposit
3,86skor 0-5Nyata
Rentang 2,97 3,86
2,973,863,86
Keyakinan model
82%Nyata

Skor adalah bahan pertimbangan tingkat WILAYAH, bukan penilaian kelayakan individu debitur.

Keterbatasan yang diakui:
  • Skor sebagian mengukur intensitas pelaporan BPBD, bukan murni bahaya fisik.
  • Dimensi musim dan komoditas pada skor belum tervalidasi; unit validasi kabupaten x tahun.
  • Faktor volatilitas harga kosong (Panel Harga tidak tersedia saat penarikan) dan ditampilkan dengan nilai null, bukan diisi angka pengganti.
  • Pita keyakinan hanya menangkap ketidakpastian sampling antar tahun, bukan kesalahan pelaporan.
  • Label backtest adalah kejadian bencana, bukan gagal bayar.
  • Kelas bahaya KATAM berskala 0-12 (teramati 0-6), bukan 1-4.
  • Tidak ada kabupaten berkelas OPT 'Endemik' di data sumber. Itu artefak bug di hulu, bukan temuan — jangan disajikan sebagai kesimpulan.

Sisi kebutuhan

Penduduk dan kebutuhan energi normatif yang dipakai neraca.
Penduduk
500,6 rbjiwaProxy
Kebutuhan AKG
379,74 MkkalProxy
Kebutuhan pokok
200,10 MkkalProxy
Status komponen penyusun
akgProxy
mderNyata
jagungTidak tersedia
kedelaiTidak tersedia
pendudukProxy
kkal berasProxy
mape pasokanAsumsi
pangsa berasProxy
pasokan padiProxy
haircut risikoTidak tersedia
rendemen gkg berasNyata
pangsa kalori berasTidak tersedia
penduduk tahun sumberTidak tersedia
rasio kalibrasi provinsiTidak tersedia
pangsa kalori padi padianTidak tersedia
kalibrasi provinsi bps 2024Tidak tersedia

Resep aksi per aktor

Keluaran yang sama dibaca berbeda oleh empat aktor.
Prioritas AUTP - wajib diajukanSalurkan dengan Syarat
Pengajuan pendaftaran AUTP menjadi syarat akad. Wilayah ini berada di papan atas antrean alokasi subsidi premi yang terbatas. Bila kuota belum tersedia, syarat berpindah ke pencairan bertahap - bukan penolakan.
Alasan: Skor di atas 3,5 dengan driver dominan risiko iklim & banjir; banjir menyumbang 89,2% kerusakan sawah nasional 2010-2024 (BNPB).
NyatawajibPita tinggiDriver: Risiko iklim & banjir

Keluaran TARA tidak pernah berupa penolakan atau pengecualian wilayah. Wilayah berisiko tinggi menghasilkan syarat protektif, bukan penutupan akses. Aturan ini ditegakkan uji otomatis di packages/engine dan guard kedua di API.

Yang tidak dimodelkan

Neraca produksi-musim lokal: batas bawah ketersediaan. Tidak memodelkan stok/carry-over, perdagangan antarwilayah, impor, maupun cadangan Bulog.

  • Stok awal dan carry-over antarmusim.
  • Arus perdagangan antarwilayah yang benar-benar terjadi.
  • Impor.
  • Cadangan Bulog dan cadangan pangan pemerintah lainnya.

Karena empat hal itu tidak dihitung, kabupaten berstatus defisit belum tentu kekurangan pangan: ia kekurangan produksi sendiri pada musim itu. Neraca ini pemicu intervensi, bukan prediktor kelaparan.

← Kembali ke peta nasional