Kab./Kota Malang
Rasio pokok membandingkan pasokan BERAS dengan kebutuhan kalori BERAS saja. Pangsa beras diturunkan dari pangsa padi-padian provinsi (Susenas) dikali rasio beras terhadap padi-padian nasional, sehingga terigu impor dan jagung konsumsi tidak ikut dihitung sebagai kebutuhan. Rasio di bawah 1 berarti produksi beras lokal musim itu tidak menutup kebutuhan kalori beras penduduknya — bukan ramalan kelaparan, karena stok dan perdagangan antarwilayah tidak dimodelkan.
Dua angka ditampilkan berdampingan dan tidak dilebur: pasokan mentah adalah “kalau semua panen”, pasokan tersesuaikan risiko adalah “kalau risiko musim ini terealisasi”. Haircut-nya berstatus ASUMSI dan tercatat di param_konversi.
Rasio total membandingkan pasokan tiga komoditas dengan seluruh kebutuhan kalori. Angkanya akan jauh di bawah 1 di hampir semua kabupaten karena kalori dari umbi, minyak, gula, dan protein hewani tidak dihitung. Ia konteks, bukan neraca.
| Musim | Rasio pokok | Setara beras | Status |
|---|---|---|---|
| MH 182 hari | 0,89 | Seimbang | |
| MK 183 hari | 0,19 | Defisit |
Dekomposisi pasokan per komoditas dan musim
Sisi pasokan — KATAM
| Komoditas | Musim | Luas tanam | Produksi | Produktivitas | Cakupan kecamatan |
|---|---|---|---|---|---|
| jagung | MH | 1/33 | |||
| jagung | TAHUN | 1/33 | |||
| kedelai | MH | 30/33 | |||
| kedelai | MK | 28/33 | |||
| kedelai | TAHUN | 30/33 | |||
| padi | MH | 30/33 | |||
| padi | MK | 8/33 | |||
| padi | TAHUN | 30/33 |
| Komoditas | Pola tanam dominan | Onset tanam (dasarian) | Indeks pertanaman | Luas baku sawah | Perkiraan bulan panen |
|---|---|---|---|---|---|
| jagung | — | 22 (22–22) | 12 | ||
| kedelai | — | 22 (10–22) | 12 | ||
| padi | — | 34 (10–2) | 4 | ||
| semua | kedelai-kedelai-padi 3-3-1 | 22 (10–2) | 12 |
| Musim | WDQ rata | WDQ min | Dasarian defisit | Curah hujan total |
|---|---|---|---|---|
| MH | ||||
| MK | ||||
| TAHUN |
| Komoditas | Tahun | Level & metode | Luas panen BPS | Produksi BPS | Produktivitas BPS |
|---|---|---|---|---|---|
| padi | 2024 | kabupaten KSA |
Proyeksi KATAM di tabel di atas dibandingkan dengan realisasi BPS/KSA tahun terdekat. Sel kosong berarti sumbernya memang tidak memuat angka itu — bukan nol.
Silang-uji dengan FSVA / Indeks Ketahanan Pangan Bapanas
| Tahun | Indeks Ketahanan Pangan | Kelompok prioritas |
|---|---|---|
| 2025 | Prioritas 5 | |
| 2024 | Prioritas 6 | |
| 2023 | Prioritas 6 | |
| 2022 | Prioritas 6 | |
| 2021 | Prioritas 6 | |
| 2020 | Prioritas 6 | |
| 2019 | Prioritas 6 | |
| 2018 | Prioritas 6 |
Kelompok 1–3 adalah kabupaten yang dinilai lebih rentan menurut FSVA. Angka ini datang dari Bapanas, bukan dari perhitungan TARA, dan tidak dipakai sebagai masukan neraca.
Risiko musim
| Komoditas | Musim | Kelas banjir | Kelas kering | Kelas OPT | Skala kelas | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|
| jagung | MH | 4 | 4 | 4 JA_BLI · 6 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| jagung | MK | 4 | 2 | 4 JA_BLI · 6 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| kedelai | MH | 0 | 4 | 2 LE_LK · 6 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| kedelai | MK | 0 | 2 | 0 LE_LK · 6 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| padi | MH | 4 | 4 | 4 PA_BLT · 8 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
| padi | MK | 4 | 4 | 4 PA_BLT · 8 OPT terdata | 0-12 (teramati 0-6) | Proxy |
Kelas banjir/kering KATAM adalah bilangan bulat; rentangnya dibaca apa adanya dari data, bukan dipaksa ke skala tetap. Angka lebih besar berarti kelas lebih berat.
Skor adalah bahan pertimbangan tingkat WILAYAH, bukan penilaian kelayakan individu debitur.
- Skor sebagian mengukur intensitas pelaporan BPBD, bukan murni bahaya fisik.
- Dimensi musim dan komoditas pada skor belum tervalidasi; unit validasi kabupaten x tahun.
- Faktor volatilitas harga kosong (Panel Harga tidak tersedia saat penarikan) dan ditampilkan dengan nilai null, bukan diisi angka pengganti.
- Pita keyakinan hanya menangkap ketidakpastian sampling antar tahun, bukan kesalahan pelaporan.
- Label backtest adalah kejadian bencana, bukan gagal bayar.
- Kelas bahaya KATAM berskala 0-12 (teramati 0-6), bukan 1-4.
- Tidak ada kabupaten berkelas OPT 'Endemik' di data sumber. Itu artefak bug di hulu, bukan temuan — jangan disajikan sebagai kesimpulan.
Sisi kebutuhan
Resep aksi per aktor
Keluaran TARA tidak pernah berupa penolakan atau pengecualian wilayah. Wilayah berisiko tinggi menghasilkan syarat protektif, bukan penutupan akses. Aturan ini ditegakkan uji otomatis di packages/engine dan guard kedua di API.
5 tetangga surplus terdekat
5 tetangga defisit terdekat
Neraca produksi-musim lokal: batas bawah ketersediaan. Tidak memodelkan stok/carry-over, perdagangan antarwilayah, impor, maupun cadangan Bulog.
- Stok awal dan carry-over antarmusim.
- Arus perdagangan antarwilayah yang benar-benar terjadi.
- Impor.
- Cadangan Bulog dan cadangan pangan pemerintah lainnya.
Karena empat hal itu tidak dihitung, kabupaten berstatus defisit belum tentu kekurangan pangan: ia kekurangan produksi sendiri pada musim itu. Neraca ini pemicu intervensi, bukan prediktor kelaparan.